Surga Allah

Sahabat Muslim, RUGI KALAU GA BACA, kurang 5 menit untuk memahami. He3
——

Menjadi peringatan diri sendiri, dan mudah2an ada manfaat bagi yang lain.

Sahabat,

Alhamdulillah, hari ini Selasa tanggal 29 Mei 2019, kita telah menginjak puasa hari ke-25 Ramadhan 1440 H. Artinya kalau dalam fase puasa kita sudah masuk dalam fase 10 hari ke-3. Fase 10 hari pertama mendapatkan rahmat, fase 10 hari ke-2 mendapatkan ampunan dan fase 10 hari ke-pembebasan api neraka. Artinya kita di akhir puasa di fase 10 hari terakhir kita mendapatkan surga alias terbebas dari api neraka.

Apa itu surga, sama halnya dengan kesenangan

Kesenangan di dunia, sebagaimana kita tau bahwa dalam Al-Qur’an
Dijadikan indah di mata manusia wanita, anak-anak, harta dari jenis emas, perak, kendaraan, binatang ternak, tanah yang luas–> itulah kesenangan hidup di dunia

Padahal itu semua bukanlah kesenangan sejati…

Terus apa dong kesenangan sejati, sahabat?

Kabar baik, bahwa hakekatnya kesenangan sejati di dunia akherat adalah bukanlah ada pada emas, perak, ternak, lahan yang luas bagi orang bertaqwa,

APA KESENANGAN SEJATI
Itu ada PADA SURGA ALLAH yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah.

Surga seluas langit dan bumi,,,bagi orang yg dapat ampunan (Q. S. 3:133)

bukan dibuai mimpi,

Anda yang sudah merasakan kemewahan dunia, seperti apakah kenikmatannya, dapat diukur dan dibayangkan to ? Kenikmatan dunia itu begitu2 saja, mobil semewah apapun paling2 juga gitu2 saja to, senangnya sebentar

Kita ingin kesenangan yang luar biasa,, kesenangan yang sesungguhnya to? Maka mari kita gapai surga itu.

Menggapainya dengan
1. Orang yg yakin (beriman) dan selalu meminta ampun kepada Allah di antaranya di waktu sahur
2. Orang yang sabar
3. Orang yang taat
4. Orang yang gemar menafkahkan harta di jalan Allah

Mudah memahaminya bukan?
Maka mari kita upayakan untuk mengamalkan keimanan kita menjadi amal soleh

==
Sumber Al-Qur’an surat 3 (Ali Imron) ayat 14-17

14 – Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

15 – Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

16 – (Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”

17 – (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

—-

Demikian sahabat, Semoga bermanfaat

====

Soderi, PNS tinggal di Bekasi, asal Purbalingga


Iklan
Dipublikasi di MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Surga bagi yang Taqwa

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Q. S. 42: 30
kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. Q 11:11
Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera. Q. S. 35:33
Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri. Q. S 35: 34

Ikhtiarnya

Q. S. 21:38
Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Q. S. 2:274
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Dipublikasi di MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Orang yang bersih hatinya

Dalam Q. S. 41:34 difirmankan bahwa tolak lah kejahatan dengan yang lebih baik.

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Dan ini dapat dilakukan oleh orang yang bersih yang mendapat rahmat Allah.

Tanda orang yang mendapat rahmat Allah adalah diantaranya terdapat pada Q. S. 24:21

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Q. S. 73: 1-4

Q. S. 39:9

Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Q. S. 29:51 bahwa agar mendapatkan rahmat disamping sholat malam juga baca Al Qur’an.
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Q. S. 29:51

Dan apabila ingin mendapat kasih sayang Allah, dengarkan AlQur’an yang dibacakan orang.
Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. Q. S. 7:204

Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” Q. S. 6:155

Q. S. 3:117
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Agar mendapatkan rahmat Allah
Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. Q. S. 24:56
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Q. S. 7:56

Apa rasanya bahwa kita telah mendapat ampunan Allah, pasti masuk surga

Q. s. 3:133
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

Q. s. 7: 42&43
dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya 42.
Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”.43

Orang yang mendapat rahmat Allah, dendamnya dicabut. Di dalam dendam ada benci, ada iri hati, ada sombong, ada jengkel dlsb. APablia
Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.

Q. S. 2:120 penyakit hati mendatangkan azab Allah.
Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.

Q. s. 3:135
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

SemogA ManFAat

Dipublikasi di MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Tipu Daya Setan

Menyikapi kejadian demo akhir-akhir ini terkait pilpres yang mungkin membingungkan sebagian masyarakat kita. Masing-masing pihak mengklaim benar, yg membuat panas suasana, saya berusaha untuk tak terpancing

Berusaha dingin dan mendinginkan orang terdekat.

Apa yg terjadi, saya tak melihat dengan kepala sendiri, apa yang terjadi saya pun tak tau persis apa motifnya, sehingga tak tau pula mana yang salah dan mana yang benar.

Saya hanya review, yang saya baca dlm Kitab Suci Al-Qur’an bahwa dari zaman Nabi Adam, di dunia ini dihuni oleh orang mukmin, munafik dan kafir.

Harus melihat dg kacamata lahir bathin utk melihat sifat munafik kafirun, dan jangan terprovokasi …

Bahwa dalam kehidupan umat manusia juga tak terlepas dari setan, musuh kebaikan, maka siapapun yang berusaha menegakan kebaikan, pasti ada tantangan setan

Pencari kebaikan sekalipun, tak lepas dari gangguan setan
Maka saya pun tak boleh tertipu oleh sikap dan sifat setan,

Ada kebaikan dibungkus dengan sikap2 setan, begitupun sebaliknya isinya busuk tapi covernya baik,,
Aja gumunan, aja getunan, terperdaya oleh kelopak mata, perlu mata bathin dlm membaca situasi..

Dan ingat pula,, setan sudah melakukan aksinya sejak Nabi Adam..
Bila kita ingin hidup bahagia, maka waspada, waspadalah tipu daya setan yang bisa jadi ada dalam dada2 kita, tapi kita tak menyadarinya…

Semua itu pasti ada,,dlm fenomena kehidupan yang kita jalani dan alami, karena hahekatnya kita manusia ada berbagai godaan

Maka berdo’a, berdo’a dan berdo’a untuk hal yang diluar kemampuan jangkauan diri kita …
Agar baik2 saja.dan fokuslah pada diri dan keluarga kita, karena minimal kita menjadi pemimpin atas diri kita sendiri. Dan bila sdh berkeluarga maka pemimpin keluarga dst… Sesuai tugas dan tanggungjawab kita saja dulu dibenahi.

Q. S. 41 (Fuşşilat):36 – Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Semoga semua baik-baik saja, orang yang belum tercerahkan dapat hidayah, kita tetap dan terus berjuang dan berusaha semaksimal yang kita bisa, mulai dari diri sendiri, keluarga, dst serta mulai saat ini…
Selagi masih bisa baca tulisan ini artinya msh ada umur..

Ayoo… Semoga kita mendapati akhir hidup yang khusnul khotimah (akhir yang baik), dengan bekal ketaqwaan. karena sebaik-baik bekal adalah Taqwa (laku baik habluminalloh dan habluminannas)

aamiin ya robbal’alamiin…

Dipublikasi di MOTIVASI | Meninggalkan komentar

TAQWA, CIRI ORANG YANG BERTAQWA DAN BALASAN BAGI ORANG YANG BERTAQWA (berdasarkan Al-Qurán) Oleh: Soderi *)

A. Pengertian TAQWA

Takwa (Arab: تقوى‎ taqwā / taqwá ) adalah istilah dalam Islam yang merujuk kepada kepercayaan akan adanya Allah, membenarkannya, dan takut akan Allah.[1] Istilah ini sering ditemukan dalam Al-Quran, Al-Muttaqin (Arab: لِّلْمُتَّقِينَ‎ Al-Muttaqin) yang merujuk kepada orang-orang yang bertakwa, atau dalam perkataan Ibnu Abbas, “orang-orang yang meyakini (Allah) dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah-Nya.”[2] Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, arti dasar dari “takwa” adalah menjauhkan diri dari segala sesuatu yang tidak disukai-Nya. Umar bin Khattab bertanya kepada Ubay bin Ka’ab mengenai takwa. Ubay bertanya, “Pernahkah kamu berjalan di jalan yang penuh dengan duri?” Umar menjawab, “Ya.” Ubay bertanya lagi, “Apa yang engkau lakukan?” Umar menjawab, “Aku menggulung lengan bajuku dan berusaha (melintasinya).” Ubay berkata, “Inilah (makna) takwa, melindungi seseorang dari dosa dalam perjalanan kehidupan yang berbahaya sehingga ia mampu melewati jalan itu tanpa terkena dosa.”[3]

Pengertian umum yang kita ketahui dari bangku sekolah, Taqwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Tunduk atau patuh

B. Petunjuk orang Bertaqwa adalah Al-Qurán

Bahwa di dalam petunjuk hidup bagi orang beriman adalah Al Qurán. Di dalam AlQuran terdapat lebih dari 50 ayat terkait dengan taqwa. Ayat tersebut diantaranya adalah Q.S. 2 ayat 2 bahwa Al-Qurán diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasul Allah sebagai petunjuk/pedoman bagi orang yang bertaqwa.

Al-Baqarah):2 – Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

C. Mengapa kita harus bertaqwa?

  1. Mati harus membawa Taqwa

Islam mengajarkan kita bertaqwa karena Tuhan menyayangi kita, untuk mendapatkan kebahagian dunia maupun akherat. Pada Q.S. 3 ayat 102 kita diwanti-wanti jangan sampai kita mati melainkan dalam keadaan selamat (Islam), jalan untuk mendapatkan keselamatan adalah dengan bertaqwa.

(‘Āli `Imrān):102 – Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

2. Bekal terbaik adalah Taqwa

Pada saat kita melakukan perjalanan menuju tempat tertentu, misalnya naik gunung maka perlu bekal saat di gunung, pulang kampung halaman maka kita memerlukan barang atau apapun untuk hidup di desa, dapat berupa makanan, uang, pakaian dan sebagainya. Begitupun dengan kematian kelak di alam kubur dan alam akherat, kita memerlukan bekal, bukan makanan, barang, maupun uang, tetapi KETAQWAAN. Sebagai orang berakal, sebagaimana dalam Q.S. 2 : 197 bahwa setiap tindakan kita kelak akan dipertanggungjawabkan. Ibarat perbekalan /pertanggungjawaban sebagai penyelenggara pemerintahan di dunia adalah opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) atas pengelolaan keuangan yang baik. Begitupun kita hidup, sebagai individu, sebagai makhluk Allah, maka bila laku di dunia baik, melakukan yang diperintah dan menjauhi hal yang dilarang tentu kita akan mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapat Allah di akherat kelak dengan mendapatkan OPINI TAQWA.

(Al-Baqarah):197 – Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

  1. Pelindung dan pemberi syafaát adalah Taqwa

Bukan bodyguard, bukanlah aparat keamanan, bukan pula senjata super canggih yang kelak akan melindungi diri dari siksaan Allah, tetapi ketaqwaanlah yang akan melindungi dan memberi syafaat di hari pertanggungjawaban hidup kita, saat kita takut akan azab Allah.

Q.s. (Al-‘An`ām):51 – Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa.

D. Cara Untuk mendapatkan Taqwa

  1. Sembahlah Tuhanmu

Cara mendapatkan ketaqwaan adalah dengan menyembah Allah. Ajaran Islam memberikan petunjuk agar kita menyembah Allah diantaranya melalui shalat 5 waktu sehari semalam, merupakan kewajiban sebagai seorang muslim dan merupakan bagian dari rukun Islam yang ke-2 yaitu sholat. Menyembah Allah adalah bagian dari upaya kita mendapatkan level taqwa untuk bekal kehidupan di dunia dan akherat.

Q.S. 2 (Al-Baqarah):21 – Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

2. Berpegang teguh pada Kitab/Ayat/Perintah/Petunjuk Allah

Firman Allah dalam Q.S.2: 63 terkait riwayat Nabi Musa, agar bertaqwa agar berpegah teguh apa yant telah Allah berikan petunjuk.

Sapi Betina (Al-Baqarah):63 – Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa”.

  1. Berpuasa

Dalam Q.S. 2 (Al- Baqarah): 183, orang yang beriman atau mu’min dipanggil, diajak untuk meningkat levelnya dalam hidup yaitu menjadi Muttaqien. Orang yang muttaqien derajatnya se level lebih tinggi dibanding orang yang bertaqwa.

Q.S. 2 (Al-Baqarah):183 – Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

4. Dengarkan peringatan/ceramah agama

Kewajiban orang yang berilmu adalah menyampaikan kepada mu’min lain agar menjadi orang bertaqwa, dan kewajiban kita sebagai insan untuk terus menerus mendengarkan peringatan atau membaca AlQurán dan memahami makna nya untuk mendapatkan ketaqwaan.

Q.s. (Al-‘An`ām):51 – Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut…… agar kamu bertakwa

(Al-‘An`ām):69 – Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.

5. Ikuti jalan yang lurus/jalan yang baik yang ditunjukkan dalam Petunjuk hidup Al Qurán

Q.S. 6 (Al-‘An`ām):153 – dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

E. Ciri-ciri orang Bertaqwa

Ciri-ciri orang bertaqwa sebagaimana dalam Q.S. 2 (Al-Baqarah): 177 bahwa orang bertaqwa adalah:

  1. Beriman kepada Allah, hari kemudian (akherat), malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi
  2. Memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak yatim, orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta
  3. Memerdekakan hamba sahaya (budak)
  4. Mendirikan shalat;
  5. Menunaikan zakat;
  6. Orang yang menepati janji apabila dia berjanji
  7. Orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan.

Q.S. 2 (Al-Baqarah):177 – Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Ciri orang bertaqwa sebagaimana dalam Q.S. 3: 134 adalah meliputi:

  1. Orang yang senang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit;
  2. Orang-orang yang dapat menahan amarahnya
  3. Orang yang tidak pendendam, selalu memaafkan kesalahan orang
  4. Orang yang menyukai berbuat kebajikan

(‘Āli `Imrān):134 – (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

F. Balasan Allah bagi orang yang bertaqwa

  1. Orang kafir memandang hina orang yang beriman dan bertaqwa, padahal orang bertaqwa lebih mulia daripada mereka orang kafir di hari kiamat. Allah berikan rezeki tanpa batas
  2. S.2 (Al-Baqarah):212 – Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
  3. Diberikan surga seluas langit dan bumi

Q.S. 3 (‘Āli `Imrān):133 – Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

  1. Mendapatkan pahala lebih baik

Q.S. 2 (Al-Baqarah):103 – Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.

  1. Diberikan jalan keluar dari berbagai kesulitan

Q.S.65 (Aţ-Ţalāq):2 – …. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

  1. Diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka

Q.S. 65 (Aţ-Ţalāq):3 – Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

====

Wallohua’lam

Semoga bermanfaat

*) Penulis adalah Pegawai Negeri Sipil/Aparatur Sipil Negara yang bekerja sebagai Widyaiswara pada Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan-Kementerian Keuangan

Dipublikasi di MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Hasil Evaluasi Kinerja Anggaran Aspek Konteks

Berdasarkan data per 22 Januari 2019, Evaluasi Kinerja Anggaran atas aspek konteks isian belum lengkap.

Untuk meningkatkan kualitas kinerja anggaran diperlukan penguatan Evaluasi Kinerja Anggaran, baik aspek implementasi, aspek manfaat, maupun aspek konteks.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka akan dilakukan: penyusunan tutorial, pelaksanaan seminar, bimtek kepada K/L serta pelaksanaan monev onsite. Ada 42 ditemui 42 sasaran program tanpa indikator sasaran program. Ada sebanyak 214 tidak ada targetnya, nanti ada realisasinya. Ini bagian yg harus dicermati, sebagian sudah beres, sebagian belum. Program 424 terdapat 7 program tanpa keluaran programnya yang tersebar pada 5 K/L.

Ada sebanyak 20 indikator keluaran program tanpa satuan. Dari 37.680 keluaran kegiatan, 37.669memiliki satuan, namun masih ditemui11 keluaran kegiatan pada 4 kementerian/lembaga tanpa satuan.

Permasalahan lain, adalah akibat dari restrukturisasi program dan kegiatan, terjadi kebimbangan dlm menentukan output. Mensinkronkan rumusan output ada dinamika, ada dialog yang alot dan itu menjadi kendala di DJA.

Dipublikasi di MOTIVASI | Meninggalkan komentar

Ketika Pukulan tak lagi terasa

http://ketika pukulan tak tHidup ibarat sebuah pertandingan tinju. Dalam pertandingan tinju, prestasi dinilai dari seberapa banyak kita melakukan pukulan ke lawan. Sementara pukulan lawan ke kita merupakan kekalahan. Seorang petinju profesional berupaya mencapai sebanyak-banyaknya pukulan, dan berusaha sekuat tenaga untuk menghindar dari pukulan.

Hidup adalah sebuah perjuangan. Perjuangan sebanyak-banyaknya mencapai prestasi, dan menghindari dosa, kesalahan, ketidakberhasilan.

Tapi tatkala ketidakberhasilan, dosa, kesalahan, dan pukulan-pukulan telak tak berpengaruh pada peningkatan kualitas pertandingan. Tidak berupaya ke depan lebih baik dan terhindar dari pukulan… Ini masalahnya.

Tatkala kesalahan, prestasi tak tercapai, malah justru berpikir untuk meninggalkan area pertandingan, dan menjadi pembalap sepeda misalnya, ini yang harus jadi renungan.

Apa sanggup mengejar profesi baru yang belum teruji sebelumnya? apa pensiun dari petinju dan ya sudah nyantai…?

Hmm

Maka pukulan mestinya harus menjadi alat evaluasi, kurang latihan, kurang jeli, kurang fit, atau lawan semakin bagus, semakin pinter, semakin banyak latihan, masang strategi yang jitu,,, itu yang harusnya dipelajari dari pukulan-pukulan, apalagi kalau sampai terjadi pukulan telak. Mestinya merasa sakit dan berjanji jangan terulang lagi.

Dipublikasi di MOTIVASI | Meninggalkan komentar