MUDIK LEBARAN DAN ASSESORISNYA

Sudah tidak asing lagi bagi kita yang hidup di dunia Indonesia mendengar kata “mudik, pulang kampung, lebaran, sungkeman, halal bi halal. Definisi mudik sendiri saya sendiri ga ngerti pastinya, tapi mudik adalah aktifitas pulang ke kampung halaman menjelang liburan panjang atau lebaran. Konon di negeri asing perhelatan akbar mudik pulang kampung menjelang lebaran tidak begitu terasa dan tidak begitu menggema, namun di negeri kita Indonesia acara macam ini menyedot perhatian media massa, masyarakat dan pemerintah, bahkan lebih dahsyat lagi masyarakat kita terbiasa dengan pola, mencari uang dalam sebelas bulan kemudian mengumpulkannya untuk selanjutnya menghabiskan uang tersebut dalam kurun waktu iedul fitri/lebaran. Begitu penting dan seolah-olah kegiatan tersebut wajib untuk sekedar mudik pulang kampung bertemu sanak sodara, handai tolan dan khususnya orang tua. Mudik pulang kampung juga biasa dipakai sebagai ajang pamer atas keberhasilannya mencari rezeki di negeri orang atau di kota, pamer kekayaan dan pamer kendaraan. Maka tak heran bila setiap menjelang perayaan dan setelah perayaan Idul Fitri jalanan dari kota-kota besar menjadi padat oleh kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil. Kepadatan tersebut dikarenakan sepertinya mudik pakai angkutan umum menjadi kurang greget, dan ada juga si emang karena alasan angkutan umum tidak layak. Mudik telah menjadi trend, dan sejarah mudik pun perlu digali, kapan tradisi ini dimulai pun belum pernah saya baca sejarahnya. Sebagian besar masyarakat kita sudah tidak logis lagi untuk urusan mudik, apapun dilakukan asal bisa mudik, naik motir berempat untuk jarak tempuh yang begitu jauh, naik kereta berjubel-jubel, antri tiket kereta rela mengantri ber jam-jam bahkan sampai nginep sekalipun, beli kendaraan walaupun dengan cara mencicil demi bisa pulkam dengan mobil. Apalagi dengan kebijakan pemerintah untuk memberikan cuti bersama menjelang Idul Fitri atau setelahnya. Hal tersebut membuat animo masyarakat terhadap mudik semakin kuat. Musim mudik bukan hanya menguntungkan keluarga di kampung halaman tetapi juga banyak bermunculan pedagang musiman di sepanjang jalan yang dilalui pemudik, dan juga pedagang oleh-oleh yang muncul di kawasan sentra-sentra pusat oleh-oleh dan jajanan tradisional, masyarakat kita yang memanfaatkan musim lebaran untuk mencari uang yang datangnya hanya satu kali dalam setahun. Mungkin inilah salah satu dari berkah Ramadhan…………….

Tentang deri aja lah

bekerja efektif, semangat dan bermanfaat
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke MUDIK LEBARAN DAN ASSESORISNYA

  1. isdiyanto berkata:

    selamat hari raya idul fitri,
    mohon maap lahir dan bathin,

    dengan modal ibadah selama bulan Ramadhan,
    kini saatnya kembali bekerja dengan hati yang baru,
    dengan perilaku yang baru yang lebih baik,
    semoga semakin semangat untuk bekerja kembali . . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s