JALAN HIDUP

Mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah lainnya ?. Salah satunya adalah karena manusia memiliki “kebebasan hati” untuk memilih jalan kehidupannya. Manusia memiliki kemerdekaan hati untuk mengarahkan pilihan jalan hidupnya. Kemerdekaan dan kebebasan hati inilah yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya. Sesungguhnya dihadapan setiap manusia telah terbentang dua pilihan jalan kehidupan. Manusia diberikan kebebasan sepenuhnya untuk memilih, apakah kita akan memilih jalan keberhasilan atau kegagalan, memilih jalan kehidupan positif atau kehidupan negatif, memilih memiliki motivasi tinggi atau dikendalikan kemalasan, memiliki keberanian atau ketakutan, dll. Kita sendirilah yang menjadi penguasa hati kita sendiri. Kita sendirilah yang sepenuhnya mengendalikan hati kita dan akan kita arahkan untuk memilih jalan mana yang akan ditempuh. Apakah akan memilih mengarahkan hati mengikuti tarikan positif “nilai-nilai spiritualisme” atau mengikuti tarikan negatif “nilai-nilai materialisme”. Apapun yang akan kita pilih, dapat memberikan pengaruh terhadap pikiran, sikap, tindakan, perilaku dan langkah-langkah yang akan kita lakukan dalam kehidupan ini. Dan hal itu yang akan menjadi sebab atau menciptakan hasil yang akan diperoleh dalam kehidupan nantinya. Apakah Dua Pilihan Jalan Kehidupan Itu ? Imam Al-Ghazali seorang ulama muslim mengatakan bahwa, “Manusia memiliki kecenderungan untuk mencintai dirinya, mencintai kesempurnaannya, serta mencintai eksistensinya. Sebaliknya manusia cenderung membenci hal-hal yang dapat menghancurkan, meniadakan, mengurangi atau memutuskan kesempurnaan itu.” Secara fitrah, kebanyakan manusia memiliki kecenderungan untuk selalu berusaha memenuhi eksistensi diri dan kesempurnaan dirinya. Sayangnya kebanyakan manusia seringkali mengekspresikannya eksistensi diri dan kesempurnaan diri melalui berbagai simbul-simbul keberhasilan, melalui berbagai simbul-simbul kesuksesan, melalui berbagai pencapaian-pencapaian yang lebih bersifat materialisme duniawi semata. Banyak manusia telah salah memaknai eksistensi dan kesempurnaan dirinya dengan menempatkannya dalam simbul-simbul duniawi semata. Inilah yang menjadikan banyak orang yang terjebak hanya mementingkan satu sisi kehidupan dunia semata. 1. Mengabaikan Suara Hati Nurani. Banyak manusia yang kurang memahami potensi kekuatan hatinya dan mengabaikan suara hati nuraninya. Mereka inilah yang kemudian banyak yang terjebak dalam berbagai masalah dan model kehidupan yang salah dan hanya mendewakan kesuksesan material duniawi dengan mengabaikan nilai-nilai suara hati nurani. Mereka tidak dapat mendayagunakan kedahsyatan hati dan akal pikirannya. Memilih jalan hidup dengan mengabaikan suara hati nuraninya akan membawa manusia pada keadaan yang serba tanggung, serba tidak jelas dan sangat berpotensi membawa manusia pada kerendahan yang akan berakhir dengan kegagalan hidup. Hal ini kemudian melahirkan pandangan seseorang yang tidak utuh, tidak lengkap atau malah tidak tepat, dalam memahami kodrat dirinya. Mereka tidak memahami secara utuh dan benar hakekat hidupnya, tidak memahami kodratnya sebagai manusia, tidak mengenali hakekat keutamaan hidupnya dan tidak memahami posisi dirinya sebagai “abdi” dari Tuhannya. Bahkan tidak mengerti apa yang paling penting dalam hidupnya dan kemana tujuan tertinggi kehidupannya. Manusia dengan mudah meremehkan hakekat keberadaan dirinya di dunia, mengecilkan kebermaknaan hidupnya, tidak memiliki kekaguman terhadap berbagai anugerah dan potensi dalam dirinya. Dalam mengambil keputusan-keputusan penting dengan mudah mengabaikan suara hati nuraninya yang merupakan pusat orbit tertinggi kehidupan. Inilah yang kemudian melahirkan berbagai masalah kemerosotan moral individu dan mengakibatkan manusia terjebak dalam berbagai model kehidupan salah masa kini.

2. Mengikuti Suara Hati Maksudnya menjalani hidup dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber dari dalam hatinya. Menempatkan hati nurani sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupannya. Yakni sebuah jalan hidup yang dapat membawa manusia pada derajat kemuliaan dan keagungan insani, bahkan lebih tinggi dari malaikat sekalipun. Beruntunglah mereka yang telah memilih jalan hidup berdasarkan suara hati nuraninya. Berbahagialah mereka yang dapat menemukan suara hatinya dan senantiasa mengorbit pada garis edar yang berpusat pada suara hatinya. Menggunakan suara hatinya sebagai pembimbing dalam setiap langkah kehidupannya. Karena mereka akan memahami hakekat hidupnya, mengenali siapa Tuhannya yang sebenarnya. Dengan mengenali siapa Tuhannya mereka akan memahami dan meneladani sifat-sifat kemuliaan Tuhan yang sudah bersemayam “built in” di dalam hatinya. Mereka akan mampu menggunakan kecerdasannya untuk membaca rambu-rambu atau “rules” yang tertulis pada alam semesta dan menemukan tujuan tertinggi kehidupannya. Inilah manusia yang dapat memahami kodratnya dirinya secara utuh dan benar. Nah, apakah kini Anda sudah dapat melihat jalan mana yang lebih utama untuk dipilih ? Apakah Anda sudah memahami jalan mana yang menjadi sumber masalah utama yang membelenggu kehidupan berjuta manusia modern masa kini ? Apakah Anda sudah dapat menemukan pilihan jalan kehidupan yang dapat membawa pada kesuksesan dan kemuliaan hidup ? Demikianlah, mengikuti suara hati adalah sumber motivasi tertinggi yang dapat mengarahkan manusia pada sukses dan kemuliaan hidup ini.

Semoga bermanfaat. Salam Motivasi Nurani.

*** Eko Jalu Santoso adalah penulis Buku The Art of Life Revolution yang diterbitkan Elex Media Komputindo dan Founder Motivasi Indonesia: motivasiindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Tentang deri aja lah

bekerja efektif, semangat dan bermanfaat
Pos ini dipublikasikan di MOTIVASI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s