JALAN PANJANG MENUJU WIDYAISWARA

Assalamu’alaikum warrohmatullohiwabarokatuh

Semoga hari ini Anda dan kita semua senantiasa dalam kondisi sehat walafiat, sejahtera, fit dan kondisi prima dan detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu dijalani dengan selalu berupaya memberi warna kehidupan untuk bisa memberikan manfaat kebaikan bagi sesama, bagi insan dan makhluk yang hidup di dunia.

Tetaplah bersemangat, karena hidup ini anugrah, hidup ini karunia, hidup ini kesempatan untuk berkarya dan beramal memberikan kebaikan.  Perkenalkalkanlah nama saya Muhammad Soderi (Kang Deri), saat ini saya bekerja di Kementerian Keuangan pada Direktorat Jenderal Anggaran. Hari-hari ku banyak berkecimpung dalam aktifitas meneliti dan menelaah alokasi anggaran yang disampaikan kementerian negara/lembaga atau satuan kerja di lingkungan pemerintahan khususnya yang menggunakan alokasi anggaran pemerintah pusat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).   Halah,,, saat ini kan ceritanya soal WI (Widyaiswara) bukan soal APBN, APBN di lain waktu dan kesempatan aja, nanti kita coba ulas dan bahas sama-sama ya. Kini saatnya ulasan mengenai jalan panjang menuju WI, apakah Anda tahu apa si Widyaiswara yang sering singkat WI? Bagaimana lika-liku menuju WI yang panjang dan terjal serta berliku? Apa tantangannya?

Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah. http://id.wikipedia.org/wiki/Widyaiswara, jadi jelas ya Widyaiswara adalah PNS  yang diberi tugas mendidik, mengajar dan melatih PNS pada lembaga Diklat, seperti guru pada lembaga pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP atau SMA) atau seperti dosen pada perguruan tinggi.

Hidup adalah proses, bisa diibaratkan sebagai peta rute mengarungi kehidupan menuju kematian,  peta hidup satu orang dengan orang lain berbeda walaupun tujuannya sama menuju pada kebahagiaan dalam proses dan menuju kematian yang pada akhirnya ending bahagia di dunia menuju kampung akherat yang bahagia. Peta hidup manusia ada yang bisa diprediksi ada juga yang datang tiba-tiba,  tidak terduga sebelumnya. Bahwa kita faham apa yang akan dijalani sebenarnya sudah tercatat di atas sana. Garis kehidupan, garis tangan, takdir sudah tercatat,tanpa diketahui oleh manusia yang menjalaninya.

Ungkapan “Manusia berusaha, Tuhan menentukan” dapat kita maknai: seberapa keras usaha yang kita lakukan, apa pun hasilnya, kita seharusnya pasrah dan berserah, karena pasti ada “hukum alam” yang luar biasa indah di balik semua hasil yang didapat. Man proposes, God disposes,,,,,,,,,

Lah koq nglantur lagi,, kembali ke topik ya,, Widyaiswara ibarat dosen di Perguruan Tinggi atau guru di sekolah, widyaiswara mahasiswa nya adalah para pegawai negeri, ya mengajar pegawai negeri terkait tugas dan fungsi kementerian atau lembaga negara. Contohnya adalah pegawai kementerian pendidikan dan kebudayaan yang dilatih atau dididik, maka yang mengajar biasanya widyaiswara atau pegawai yang diberi tugas sebagai widyaiswara.

Widyaiswara sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, dan Peraturan MENPAN Nomor 14 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya, serta Peraturan Bersama Kepala Lembaga Administrasi Negara dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 dan 2 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya, terlihat jelas bahwa Widyaiswara adalah jabatan karier yang menuntut kompetensi tinggi di masing-masing jenjangnya. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan kerja, karakteristik, sikap dan perilaku yang mutlak dimiliki Widyaiswara untuk mampu melakukan tugas tanggungjawabnya secara profesional. Semua butir kompetensi Widyaiswara yang tercantum di bawah ini diturunkan dari uraian tugas jabatan fungsional Widyaiswara yaitu:

  1. Melakukan analisis kebutuhan diklat;
  2. Menyusun kurikulum diklat;
  3. Menyusun bahan ajar;
  4. Menyusun GBPP/SAP/Transparansi;
  5. Menyusun modul diklat;
  6. Menyusun tes hasil belajar;
  7. Melakukan tatap muka di depan kelas diklat;
  8. Memberikan tutorial dalam Diklat Jarak Jauh;
  9. Mengelola program diklat sebagai penanggung jawab dalam program Diklat;
  10. Mengelola program diklat sebagai anggota dalam program Diklat;
  11. Membimbing peserta diklat dalam penulisan kertas kerja;
  12. Membimbing peserta diklat dalam praktik kerja lapangan;
  13. Menjadi fasilitator/moderator/narasumber dalam seminar/lokakarya/diskusi atau yang sejenis;
  14. Memberikan konsultansi penyelenggaraan diklat;
  15. Melakukan evaluasi program diklat;
  16. Mengawasi pelaksanaan ujian;
  17. Memeriksa jawaban ujian;
  18. Melaksanakan kegiatan pengembangan profesi, dan penunjang tugas Widyaiswara

Alhamdulillah mudah-mudahan pengertian widyaiswara wis mudeng ya…

Selanjutnya saya ingin menceritakan jalan menuju Widyaiswara pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan pada Kementerian Keuangan.

Sebagai ujung tombak penyelenggaraan diklat di BPPK,Widyaiswara atau tenaga pengajar memegang peranan penting dalam mendukung keberhasilan program diklat. Hingga 1 April 2013 BPPK memiliki 164 Widyaiswara yang tersebar di Pusdiklat, Balai Diklat Keuangan (BDK), dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). BPPK berkewajiban memberikan layanan sebaik-baiknya di bidang pendidikan, pelatihan dan pengembangan kepada pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan untuk memperlancar pencapaian visi dan misi Kementerian Keuangan. Jumlah WI dibandingkan dengan jumlah pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan yang mencapai 60.000 pegawai sangatlah kurang, karena hanya 0,27% dari jumlah pegawai atau 1 orang Widyaiswara melayani 365 orang pegawai.

Berdasarkan hal tersebut, maka BPPK merasa perlu untuk menambah jumlah Widyaiswara secara kuantitas sangat kurang, maka  melalui Surat Pengumuman Menteri Keuangan Nomor Peng-2/MK-12/2013 tanggal 30 Mei 2013 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK)  menginformasikan dan mengajak pegawai yang memenuhi syarat untuk mendaftar menjadi Widyaiswara BPPK-Kementerian Keuangan.

Atas dasar pengumuman tersebut selanjutnya saya memberanikan diri mendaftar untuk menjadi calon WI di BPPK. Keberanian diri untuk mendaftar diantaranya karena merasa sudah berpengalaman mengajar. Sejak tahun 2011 saya berpengalaman mengajar di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)  untuk mata kuliah Sistem Penganggaran dan Sistem Monitoring dan Evaluasi Anggaran. Pengalaman mengajar itu meningkatkan kepercayaan diri dan merasa mampu untuk menjadi Widyaiswara, walaupun sebenarnya dalam persyaratan untuk mendaftar menjadi WI tidak ada klausul yang menyebutkan harus pernah menjadi pengajar. Syarat-syarat seleksi penerimaan widyaiswara Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2013 yaitu meliputi:

A. Persyaratan Umum:1. PNS Kementerian Keuangan; 2. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda golongan/ruang III/a dengan masa kerja seluruhnya serendah-rendahnya 10 tahun; 3. Berijazah serendah-rendahnya Diploma IV STAN atau Sarjana (S-1) yang telah dilaporkan dan diakui oleh isntansi, sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan; 4. Usia setinggi-tingginya 48 (empat puluh delapan) tahun, terhitung pada tanggal pengumuman ini; 5. Sehat jasmani dan rohani; 6. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; 7. Tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan berat berdasarkan PP No.30 Tahun 1980  dan/atau PP No.53 Tahun 2010 dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terakhir; 8. Tidak sedang dalam proses atau menjalani hukuman disiplin  berdasarkan Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010; 9. Bersedia ditempatkan di semua Unit Diklat Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (Pusdiklat/STAN/Balai Diklat Keuangan). Persyaratan administrasi meliputi: 1. Surat Pengantar dari Setditjen untuk pindah status kepegawaian apabila dinyatakan lulus dalam seluruh tahapan seleksi; 2. Surat keterangan sehat (general check-up/medical record)  yang dikeluarkan oleh rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah (saat tahap Wawancara dan Pemaparan Bahan Ajar); 3. Surat keterangan tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan berat; 4. Surat keterangan tidak sedang dalam proses atau menjalani hukuman disiplin; 5. Surat pernyataan bersedia ditempatkan di semua Unit Diklat BPPK (Pusdiklat/Balai Diklat Keuangan); 6. Daftar Riwayat Hidup; 7. Pasfoto berwarna berlatar belakang merah; 8. Membuat tulisan tangan terkait alasan memilih menjadi Widyaiswara.

Prosedur seleksi sebagaimana diumumkan pada surat Pengumuman yang disampaikan Kementerian Keuangan meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Seleksi Administrasi; 2. Tes Assesment; 3. Wawancara dan Pemaparan Bahan Ajar; 4. Diklat Calon  Widyaiswara.

Proses seleksi penerimaan Widyaiswara, mulai dari tahapan seleksi administrasi Namun untuk tahapan seleksi penerimaan calon widyaiswara tahun 2013 terdapat tahapan tambahan yang semula tidak ada dalam pengumuman, yaitu Diklat Berbasis Kompetensi untuk Calon Widyaiswara dan selanjutnya dilakukan proses reasesment bagi calon yang tidak memenuhi salah satu persyaratan saat test assestment.

Tahapan administrasi alhamdulillah saya termasuk lolos dengan jumlah peserta Salah satu diantara peserta yang mendapat lulus dengan syarat adalah saya bersama 11 orang peserta lain, jumlah seluruhnya menjadi 12 orang. Lulus dengan syarat yaitu  harus mengikuti Diklat Berbasis Kompetensi dan lulus reasestmen.

Selamat

Tentang deri aja lah

bekerja efektif, semangat dan bermanfaat
Pos ini dipublikasikan di MOTIVASI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s